Pages

Sabtu, 06 Mei 2017

RA.JENDELA ILMU NGABUL : PENTINGNYA MENGENALKAN PROFESI PADA ANAK





Generasi RAJIN, RA. Jendela Ilmu Ngabul, pembelajaran mengenalkan profesi pada peserta didik juga hal yang penting. Manfaat membelajarpraktekkan profesi merupakan menggali potensi dan membangun angan dan imajinasi mereka sesuai dengan kesenangan dan bakat masing-masing. Sebuah profesi juga dapat diperkenalkan seperti super hero, tekankan betapa pentingnya, betapa jagonya profesi tersebut sehingga diperlukan karena bisa membantu orang banyak. Jadi yang diperkenalkan bukan teknis pekerjaannya melainkan fungsinya, agar anak mulai tertanamkan bahwa profesi itu bukan sekadar pekerjaan melainkan memiliki fungsi.

Contoh profesi guru, bukan sekadar sebuah pekerjaan mengajar di sekolah dari jam 7 hingga jam 11 siang, misalnya. Tapi kenalkan bahwa profesi guru itu fungsinya mencerdaskan anak bangsa. Kenalkan sebuah profesi layaknya seorang super hero, sehingga anak lebih tertarik.

Karena guru sulit mempresentasikan profesi lain kepada anak (hanya bisa memberi gambaran umum tentang sebuah profesi), maka ada baiknya dengan membelajarprakteknya kepada peserta didik dengan memakai pakaian profesi, misal: seorang perawat, wartawan, polisi, pejabat publik, atlit, pelakon, dan sebagainya. 

Selain memperkenalkan apa dan bagaimana profesi tersebut, meyakinkan akan pentingnya profesi tersebut khususnya bagi banyak orang, juga melatih atau mengajak anak untuk praktik langsung agar lebih memahami profesi tersebut. Misalkan jika perawat maka anak diajarkan bagaimana cara memeriksa pasien, jika wartawan mengajarkan menulis, polisi mengajarkan cara mengatur lalu lintas, dan sebagainya. Lambat laun anak lebih memahami dan mengenal ternyata banyak sekali profesi yang ada.

Salam sukses, Raih cita cita mu bersama RA. Jendela Ilmu Ngabul, Semoga Alla SWT merindhoi… amin






RA.JENDELA ILMU NGABUL : MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA (ENTREPRENEURSHIP) SEJAK DINI



Belajar bisnis teh 
Berwirausaha bukan hanya dunianya orang dewasa, tetapi juga bisa menjadi bagian dari dunianya anak-anak. Bedanya, berwirausaha pada anak-anak tidak bisa dijalankan sendirian, namun membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang  dewasa, orangtua maupun guru. Anak-anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapatkan manfaat yang besar untuk bekal masa depan kelak. Pada tahapan usia dini, anak-anak yang belajar menumbuhkan pembelajaran wirausaha akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. 

Kreativitas yang terlatih sejak dini, termasuk melalui berbagai kegiatan kewirausahaan menjadi modal utama produktivitas dan kemandirian anak ketika dewasa nanti. Jiwa wirausaha (entrepreneurship) harus ditanamkan oleh para orang tua dan sekolah ketika anak-anak mereka dalam usia dini. Mengingat bahwa kewirausahaan ternyata lebih kepada menggerakkan perubahan mental. Jadi tak perlu dipertentangkan apakah kemampuan wirausaha itu berkat adanya bakat atau hasil dari proses pendidikan.

Pembelajaran kewirausahaan pada diri anak tidak serta merta ada, akan tetapi memerlukan latihan secara bertahap. Bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam aktivitas keseharian anak. Misalnya, membereskan  mainan selesai bermain, rajin sikat gigi sebelum tidur dan membereskan tempat tidur. Ini merupakan latihan berdisiplin, bertanggung jawab dan awal pengajaran tentang kepemilikan.  Latihan selanjutnya, mengajarkan anak untuk mampu mengelola uang dengan baik. Latihan yang perlu diajarkan bukan hanya cara membelanjakan, tapi juga menabung, sedekah dan mencari uang.


Sekolah sebagai wadah bagi anak mendapatkan ilmu dan menerapkan ilmunya untuk mengembangkan pembelajaran kewirausahaan  anak, sedangkan orang tua sebagai motivator bagi anak dalam mewujudkan segala hal tersebut. Sekolah dan orang tua merupakan kunci sukses dari program kewirausahaan pada anak usia dini.

Salam sukses untuk calon calon intrepreneur RA. Jendela Ilmu Ngabul.... semoga Allah SWT merindhoi...amin 








RA. JENDELA ILMU NGABUL : BELAJAR SAINS, BALON BERISI AIR DIPANASKAN TIDAK MELEDAK






Memanaskan balon berisi air, tidak meledak

Temen-temen RAJIN, RA. Jendela Ilmu Ngabul, praktek Sains sederhana dengan tema “Menghantarkan Panas.” Bahan utama percobaan adalah balon yang sudah ditiup. Ada 2 balon yang akan digunakan, yaitu balon yang tanpa diisi air dan balon yang berisi air.
  1. Balon yang pertama, adalah balon yang tidak berisi air. Balon ini diletakkan di atas lilin yang menyala (dibakar). Apa yang terjadi? Balon meletus, dan teman-temanpun berhamburan, kaget. Walaupun sebelumnya sudah diintruksikan untuk siap-siap, dan diberitahukan bahwa balonnya akan meletus.
  2. Balon kedua diisi air terlebih dahulu, lalu dibakar. Apa yang terjadi?
    Ternyata balon yang kedua tidak meletus.
Itulah percobaan singkat yang telah dilakukan oleh Bu Yanti. Anak-anak pasti akan merasa senang, karena percobaan ini berbau sulap. Padahal percobaan ini sangatlah ilmiah, dan bisa dijelaskan melalui pendekatan Sains.
Nah…sekarang Bu Yanti akan menuturkan lebih lanjut dari sudut pandang Sains. Mengapa balon tidak meletus?
  • Ketika balon berisi air dibakar, maka air menyerap sebagian besar panas dari nyala api.
  • Balon tidak menjadi panas karena panas diteruskan oleh air yang bersifat menyerap panas.
  • Karena balon tidak menjadi panas dalam sekejap, maka balon langsung tidak pecah. Namun bila kita membiarkan balon terbakar dalam jangka waktu yang lama, hingga suhu air meningkat, maka balon bisa meledak.
  • Balon yang tidak diisi oleh air akan meletus dengan cepat, karena karet balon menerima panas secara langsung.
  • Air adalah zat yang mampu menyerap panas dengan sangat baik. Dibutuhkan banyak panas untuk mengubah suhu air. Nah… Itulah mengapa balon tidak langsung meledak ketika balon berisi air dipanaskan.
Bagaimana? Mudah bukan? Selamat mencoba!

Sumber : www.duniabelajaranak.id/ape/kak-zepe-percobaan-balon-tidak-meledak-saat-dibakar-sifat-api